6 Kasus Terbaru Peretasan Cryptocurrency Exchanger

Peretasan exchanger cryptocurrency

Baru-baru ini kasus terbaru peretasan cryptocurrency exchange, KuCoin menjadi panas di telinga ekosistem penggemar Bitcoin. Banyak orang mulai panik dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas trading , terutama di Centralized Exchange.

Peretasan data, terjadi setiap hari di internet dan peretasan yang paling mengerikan adalah peretasan exchanger cryptocurrency, karena melibatkan ribuan bahkan jutaan pengguna.

Sebenarnya ada banyak sekali kasus hack dompet exchanger yang terjadi, dan pasca kejadian mengerikan ini, biasnya harga-harga koin akan mulai drop karena menurunnya kepercayaan publik terhadap mata uang kripto.

Berikut adalah 6 Kasus Terbaru Peretasan Cryptocurrency Exchange yang perlu diketahui.

1. KuCoin – November 2020

Aset digital seharga $150juta milik KuCoin di gondol hacker pada serangan yang terjadi beberapa hari lalu. Insiden keamanan dari KuCoin ini diumumkan pada tanggal 21 November 2020 pada website resminya. Menurut laporan, hacker telah mengetahui privatekey hotwallet dari KuCoin dan memiliki kontrol penuh terhadap aset yang ada di dalamnya. Dengan sigap KuCoin memindahkan uang mereka ke cold wallet untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Karena uang yang diretas masuk dalam layanan asuransi , sesuai dengan instruksi dari CEO , Johnny Lyu mengatakan bahwa seluruh dana akan di cover dan dinyatakan aman.

KuCoin sendiri merupakan exchanger besar dengan volume transaksi harian lebih dari $150juta sesuai data yang disajikan oleh Coinmarketcap. Dengan begitu, tidak ada jaminan seluruh sistem memiliki keamanan yang kuat, sekalipun itu adalah wallet exchanger papan atas.

2. Altsbit – 5 Februari 2020

Secara resmi , Altsbit mengumumkan bahwa sistem keamanan mereka telah diserang pada tanggal 5 Februari 2020 dan beberapa koin di curi oleh peretas. Tetapi uang yang disimpan pada cold wallet berhasil lolos dari serangan hacker, sehingga jumlah kerugian yang ditimbulkan tidak membengkak.

Sejumlah koin seperti BTC, ETH, KMD, ARRR, VRSC berhasil diretas dan nilainya setara dengan $70,000 atau sekitar 1miliar rupiah. Pihak Altsbit tidak bisa mengembalikan seluruh aset yang hilang tersebut, dan hanya menggantinya beberapa persen saja. Semua pengguna terpaksa juga ikut menanggung kerugian tersebut. Sebagai tidak lanjut atas kasus ini, Altsbit memutuskan untuk menghentikan layanannya pada tanggal 10 Mei 2020 dan menyatakan bahwa Altsbit tutup.

3. Upbit – November 2019

Sebuah gosip menarik terjadi pada salah satu exchanger asal Korea Selatan, Upbit. Tim dari Upbit melaporkan bahwa hacker telah berhasil merampas 342.000 ETH dari cold wallet milik Upbit yang digunakan untuk menyimpan uang penggunanya. Banyak rumor mulai beredar, karena ini adalah dompet dingin, jadi kecurigaan kuat hal ini dilakukan oleh karyawan dari Upbit. Bisa jadi ini hanya laporan palsu yang hanya ingin membuat panik semua orang. Tetapi untungnya, pihak Upbit mengganti seluruh dana yang tercuri tersebut kepada penggunanya.

Kasusnya belum berhenti sampai disini. Saldo yang diretas, mengalami pergerakan dan mulai mengalir ke wallet lain. Hal ini sangat membuat orang mulai skeptis terhadap kasus ini. Akhirnya pihak Upbit melakukan upgrade sistem keamanan setelah terjadi maintenance singkat pada awal tahun 2020.

4. VinDAX – November 2019

Masih di bulan yang sama, Exchanger asal Vietnam ternyata mengalami kasus peretasan juga. Dilaporkan melalui telegram VinDAX , aset kripto mereka seharga $500,000 berhasil dibawa kabur komplotan penjahat dunia maya.

VinDAX juga memiliki layanan launchpad untuk pengadaan tokensale. Dan mereka memiliki 5 jadwal tokensale yang siap dilangsungkan melalui platform ini. Pengunjung VinDAX mencapai 390k pada bulan Oktober 2019 dengan mayoritas pengunjung berasal dari India.

Setelah kejadian ini di konfirmasi, tim dan karyawan mencoba untuk bekerjasama dengan para pengguna dengan mengirimkan email ke pengguna yang isinya seperti ini :

“Tolong pinjami kami sejumlah token / koin Anda yang setara dengan 30% -100% jumlah aset yang dicuri serangan hacker kemarin sehingga kami dapat menangani permintaan Withdraw pengguna yang sama dengan token / koin Anda.”

Hingga saat ini, platform VinDAX masih beroperasi dan masih melayani pengguna untuk melakukan transaksi. Sepertinya aman ya, sob!

5. Bitpoint – Juli 2019

Setelah mengalami kesalahan dalam melakukan transfer aset kripto dari hot wallet milik Bitpoint, platform tersebut langsung menutup seluruh layanannya dan tutup. Bursa pertukaran kripto asal negeri sakura ini dilaporkan telah diserang hacker dan uang sejumlah $32juta berhasil dibawa kabur peretas.

Platform yang merupakan anak perusahaan dari Remix Point ini sebenarnya hanya menangani lima mata uang kripto, yaitu Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Bitcoin Cash (BCH), Litecoin (LTC) dan Ripple (XRP). Dengan adanya berita ini, saham Remix Poin turun sebesar 15% pada pagi hari setelah pengumuman.

Pada tanggal 11 Juli 2019, Bitpoint mencurigai sebuah transaksi ilegal pada pukul 22.11 waktu setempat. Dan pada jam 22.39 transaksi tersebut dikonfirmasi dan di selidiki. Pada tanggal 12 Juli 2019 , pukul 02.00 dinihari, aliran dana yang tidak sah, berhasil di konfirmasi jaringan blockchain. Pukul 03.00 , Bitpoint mengadakan pertemuan darurat . Kemudian jam 10.30 semua layanan Bitcoin di hentikan.

Baca juga : Bitrue di Hack, Harga Seluruh Aset Cryptocurrency Terjun Bebas

6. Bitrue – Juni 2019

Lagi-lagi exchanger asal Singapura terkena serangan hacker, yakni Bitrue. Setidaknya ada 90 pengguna Bitrue yang terdampak atas peretasan hot wallet milik Bitrue ini dengan total kerugian berkisar $5juta. Masing masing koin yang diretas adalah 9,3juta XRP (setara dengan $4,5juta) dan 2,5juta ADA (setara dengan $250,000).

Beruntungnya, uang yang diretas terdaftar dalam layanan asuransi, sehingga pengguna yang kehilangan uang mereka, akan dikembalikan secara penuh.

Sedikit tambahan mengenai blok transaksi peretasan XRP pada platform Bitrue, dimana banyak sekali dana mengalir menuju Bittrex, Huobi dan ChangeNOW.


Itulah 6 kasus terbaru peretasan cryptocurrency exchanger yang terjadi hingga November 2020. Semoga dengana danya berita terebut, kita bisa menjadi lebih berhati hati dalam melakukan transaksi di wallet exchanger.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.