Perbandingan Ledger VS Trezor, Mana yang terbaik?

Ledger vs trezor perbandingan secara detail

Ledger vs Trezor , kira-kira wallet mana yang lebih baik dalam menyimpan aset kripto milikmu?

Pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan secara detail mengenai perbandingan hardware wallet atau dompet perangkat keras dari Ledger dan juga dari Trezor yang biasa digunakan oleh orang-orang dalam melakukan penyimpanan cryptocurrency.

Apa itu hardware wallet?

Sebelum kita membahas mengenai perbandingan, kalian harus paham terlebih dahulu mengenai hadware wallet.

Hardware Wallet adalah perangkat fisik untuk menyimpan mata uang kripto atau cryptocurrency. Perangkat hardware wallet berisi private key dalam mode offline serta hanya menjalankan aplikasi yang sangat sederhana. Dompet kripto model ini lebih aman daripada kita memiliki dompet pada komputer yang cukup kompleks. Ingatlah, bahwa semakin kompleks sebuah dompet mata uang kripto, maka semakin mudah dompet tersebut diserang, dan semakin simpel sebuah dompet kripto, semakin kecil kesempatan penyerang mendapatkan celah.

Hardware Wallet juga bisa disebut sebagai cold wallet atau cold storage , karena kita tidak membutuhkan koneksi internet untuk mengakses dompet ini. Hardware Wallet kompatibel dengan beberapa aplikasi wallet di PC dan juga kompatible dengan aplikasi pihak ketiga untuk sebagai display dalam mengelola koin. Tersedia ratusan koin yang kompatibel dan bisa disimpan di hardware wallet, mulai dari Bitcoin, Ethereum, Dash, XRP hingga token ERC-20 bisa di simpan di hardware wallet.

Bagaimana cara kerja hardware wallet?

Hardware wallet sebenarnya digunakan untuk menyetujui sebuah transaksi yang terjadi. Oleh karena itu, jika kalian ingin menyiarkan transaksi tersebut ke jaringan agar bisa di proses, maka kalian tetap membutuhkan perangkat seperti PC atau Laptop serta koneksi internet.

Kalian juga perlu mendownload aplikasi sebagai interface untuk mengelola aset di dompet, sedangkan ketika transaksi terjadi seluruh data yang dibutuhkan hanya bisa di akses melalui hardware wallet.

Menghubungkan MetaMask dengan hardware wallet

Gambar diatas adalah contoh penggunaan aplikasi pihak ketiga yaitu MetaMask untuk menghubungkannya dengan hardware wallet , kemudian mengelola dan bertransaksi melalui aplikasi tersebut. Ketika hendak bertransaksi, maka kalian akan di perintahkan untuk memasukkan PIN atau Password di hardware wallet. Pastikan aplikasi yang terhubung saat itu adalah benar dan sama yang tampil di PC dan di hardware wallet, agar tidak terjadi peretasan.

Kalian juga harus menyimpan dan mengingat seed phrase yang berupa kumpulan 12-24 kata acak untuk mengakses hardware wallet kalian. Dan jangan sampai orang lain tahu seed phrase untuk mengakses wallet kalian.

Ledger vs Trezor : Penampilan Fisik

Ada beberapa poin yang bisa di nilai untuk perbandingan antara ledger vs trezor. Untuk penampilan fisik, ini bersifat relatif alias setiap orang memiliki selera masing masing.

  • Display

Kedua hardware wallet, entah itu Trezor dan Ledger memiliki tampilan layar masing masing. Tetapi Trezor memiliki ukuran layar yang lebih besar daripada Ledger, sehingga mudah untuk digunakan ketika ingin mengelola wallet. Bagi yang suka desain simpel, maka milik Ledger lebih bagus karena ukuran layarnya lebih kecil dan terlihat lebih futuristik.

  • Bahan atau Build Quality

Trezor menggunakan bahan plastik untuk membungkus mesinnya, sedangkan Ledger menggunakan stainless steel yang anti karat. Keberadaan bahan metal untuk membungkus Ledger, menurut saya lebih baik . Karena ini berhubungan dengan proteksi ketika wallet tersebut tertindih atau mungkin jatuh dari saku, maka Ledger lebih aman daripada Trezor.

  • Tombol

Saya lebih suka tombol yang dimiliki oleh Trezor, karena memiliki ukuran yang cukup besar dan jarak yang cukup jauh. Hal ini memungkinkan kita untuk bisa menginput PIN dengan benar lebih mudah. Berbeda dengan Ledger yang memiliki jarak antar tombolnya sangat dekat, ini mungkin karena ukurannya yang kecil sehingga tombolnya juga menyesuaikan dengan space yang ada.

  • Ukuran

Trezor memiliki dimensi badan yang lebih besar daripada Ledger. Untuk urusan ini jelas saya lebih memilih Ledger, karena tidak memakan space yang lebih banyak di kantong atau juga bisa digunakan untuk ganci alias gantungan kunci.

Ledger vs Trezor : Dukungan Mata Uang Kripto

Kita harus tahu, bahwa tidak semua koin bisa di simpan dalam hardware wallet. Baik Ledger maupun Trezor, keduanya memiliki kompatibilitas dengann 1000 lebih koin teratas. Ledger dan Trezor mendukung tokern ERC-20 dari Ethereum juga, artinya bisa menyimpan koin koin DeFi yang sedang hype.

Ledger vs Trezor : Open Source

Ledger menjalankan sistem operasi kustom milik mereka sendiri bernama BOLOS. Kamu tidak bisa melihat kode apa yang masuk ke perangkat Ledgermu dan juga firmware apa yang dijalankan di dompet mu. Tetapi untuk spesifikasi sangat terbuka dan detail , serta semua operasi kriptografi bersifat pilihan berdasarkan keputusanmu (deterministik) , sehingga informasi yang diperlukan akan di tampilkan.

Trezor menggunakan software dan firmware open-source. Model kode seperti ini, juga memiliki keunggulan apabila ada bug, maka akan mudah diperbaiki, tetapi juga mudah di serang oleh hacker karena source code-nya bisa diakses oleh siapa saja. Kunjungi saja GitHub nya Trezor.

Ledger vs Trezor : Kompatibel OS

Sistem operasi yang didukung oleh Ledger dan Trezor hampir sama, yaitu Windows 8, Windows 10 , Linux , MacOS 10 keatas dan Android. Tentu saja sistem operasi versi terbaru lebih direkomendasikan dan lebih medukung daripada sistem operasi yang sudah usang.

Ledger vs Trezor : Cara masuk dan keamanan

Kedua dompet ini, yaitu Ledger dan Trezor menggunakan password untuk login. Tetapi keduanya juga membuat sekumpulan akun hanya dengan menggunakan frasa sandi atau passphrase. Penggunaan passphrase sangat efektif jika kita ingin menggunakan 2 atau 3 wallet tersembunyi.

Di Ledger, untuk masuk dibutuhkan kode PIN yang di tekan melalui tombol yang ada pada bodi dompet ini. PIN tersebut merupakan tautan password yang di setting oleh penggunanya.

Sedangkan di Trezor, untuk mengakses wallet menggunakan password, maka dibutuhkan aplikasi di laptop , lalu juga dibutuhkan koneksi internet. Hal semacam ini memang sangat beresiko lebih besar terhadap penyerangan hacker. Contoh aplikasi yang dibutuhkan untuk membuka Trezor adalah ekstensi pada Google Chrome yang bernama : Trezor Password Manager.

Selain itu di Trezor juga bisa diakses dengan cara menghubungkan dompet ke laptop, kemudian menginput PIN di Trezor yang kemudian bisa mengakses password yang ada di PC.

Disini Ledger lebih simpel dan lebih aman daripada Trezor. Karena dengan Ledger kita tidak membutuhkan device yang terkoneksi dengan wallet seperti keyboard pad PC untuk menginput password. Kecuali untuk Trezor model T, yang menyimpan keamanan pada pin di dompet terebut, yang artinya lebih aman Trezor T daripada Trezor One.

Ledger vs Trezor : Kompatibel dengan aplikasi lain

Kedua hardware wallet secara umum kompatibel dengan banyak aplikasi yang ada, sehingga disini hanya pembeli lah yang ingin menentukan , wallet mana yang kompatibel dengan aplikasi pilihan pengguna.

Beberapa aplikasi yang didukung oleh hardwre wallet paling populer ini adalah : Electrum, Binance, Copay, Magnum, MyEtherWallet, MetaMask, GreenBits dan masih banyak lagi.

Untuk Ledger bisa mengakses Ledger Live , sedangkan untuk Trezor dia bisa mengakses MyTrezor.

Ledger vs Trezor : Harga

Salah satu kelemahan untuk memiliki hardware wallet adalah tidak ada yang menyediakannya secara gratis. Kita harus membeli dompet ini dengan alasan lapisan keamanan ekstra. Jangan sampai kita hanya menyimpan aset dengan value dibawah harga dompet ini.

Ledger

Ledger Nano S bisa di boyong ke rumah kalian dengan harga 1.027.230 IDR sedangkan Ledger Nano X harganya 2.071.871 IDR lebih. Terpaut 1juta IDR tentu saja kedua model memiliki fitur yang berbeda juga.

Trezor

Harga dari Trezor relatif lebih murah daripada Ledger Nano. Untuk Trezor One saat ini bisa dibeli dengan harga sekitar 815.000 IDR , sedangkan untuk Trezor model T haganya adalah 2.500.000 IDR.

Akhir Kata

Begitulah perbandingan antara Ledger dan Trezor , dan bisa dikatakan ini termasuk dalam dompet non kustodian yang mana private key sepenuhnya di kendalikan oleh pengguna.

Terimakasih sudah membaca hingga akhir.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.