Mengenal Mata Uang Yuan Digital dari China

Yuan Digital milik china

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak negara saling jegal untuk melakukan recovery ekonomi merka masing-masing. Berbeda dengan China yang malah mengembangkan proyek Yuan Digital yang dipersiapkan untuk masa depan sebagai mata uang resmi China alternatif.

Didukung oleh Bank Sentral China, keberadaan Yuan Digital bukan hanya di proyeksikan untuk pengurangan keberadaan uang fisik, tetapi juga untuk membentuk mata uang yang berdaulat sendiri yang juga ikut standar Asing atau internasional.

Yuan bukan yang pertama, tetapi keberadaan mata uang digital yang didukung oleh Bank Sentral akan menyebabkan implikasi yang sangat besar. Tidak menutup kemungkinan bahwa mata uang digital akan benar benar menggantikan mata uang kertas.

Mata Uang Digital China

“Digital Currency Electronic Payment” milik Bank Rakyat China sebenarnya telah digunakan beberapa waktu, tetapi karena konflik dengan Amerika Serikat yang semakin memanas dan juga efek dari Virus global, membuat percobaan tersebut harus memakan waktu hingga sepanjang tahun 2020.

Keberadaan mata uang digital di China adalah bentuk respon terhadap keberadaan Bitcoin sebagai mata uang standar dunia.Dan China harus bisa mempersiapkan era tersebut agar tetap bisa ikut mengontrol ekonomi. Gagasan ini keluar dari mulut Gubernur Bank Rakyat China, Zhou Xiaochuan.

Sebelum China, setidaknya beberapa Bank Sentral di dunia sudah mengerjakan proyek semacam ini termasuk di Uruguay, Swedia, dan Bank Sentral di Eropa dan lain-lain. Di Swedia hampir semua orang menggunakan aplikasi pembayaran seluler yang di sebut dengan Swish. Bukti nyata bahwa dominasi opsi pembayaran cashless di seluruh dunia.

China merasa khawatir dengan kedaultannya sehingg mendorong banyak upaya dilakukannya untuk mengembangkan mata uang digitalnya sendiri. Kita tahu bahwa beberapa waktu lalu, Libra milik Facebook di kembangkan dan China melakukan upaya ini untuk mengatasi invasi mata uang Libra tersebut dengan Yuan Digital-nya.

Uji Coba Yuan Digital

Keberadaan pandemi virus corona, dijadikan sebagai aerena untuk melakukan pengetesan mata uang Digital ini. Pada bulan April, empat kota besar di China, yaitu Shenzen, Suzhou, Chengdu, dan Xiong an melakukan pengambilan sampel untuk mengetes seberapa banyak peminat mata uang digital ini.

Baca Juga : Apakah Indodax Investasi Bodong? Ini Faktanya

Uji coba berhasil mendapatkan data pada bulan Oktober, di kota selatan Shenzen , penghubung antara Hong Kong ke daratan China memilih 50.000 orang pembeli secara acak dari jumlah total 1,9juta orang. Mereka menghabiskan total sekitar 8,8juta Yuan dalam mata uang digital atau setara dengan $1,3juta.

Ini akan jadi momok menakutkan bagi Dollar Amerika yang selama ini kita ketahui sebagai mata uang yang mengatur dunia. Lalu pada proyek pengembangan mata uang digital, China tidak sendirian. Ada banyak negara yang melakukan apa yang dilakukan China , tetapi saya yakin mereka memiliki motif yang berbeda beda.

Upaya China yang semula tujuannya adalah untuk melindungi kedaulatan China, baik secara politik maupun secara ekonomi, masih ada indikasi pelebaran pada aspek yang lebih luas ke dunia mata uang digital dan masa depan cashless. Terutama Yuan Digital ini akan menjadi penentang utama USD di masa depan.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.