Perbedaan Trading Forex dan Cryptocurrency

ICONEWSMEDIA.COM – Pada transaksi finansial tradisional, banyak sekali informasi mengenai transaksi mata uang tersebut, atau yang biasa dinamakan dengan trading forex.

Forex atau Foreign Exchanger adalah kegiatan dalam dunia keuangan seperti halnya menukar mata uang suatu negara ke mata uang suatu negara lainnya dengan tujuan keuntungan (yang paling sederhana) yang didapat dari selisih harga jual beli (spread).

Sedangkan pada transaksi finansial modern, terdapat teknologi baru yang sudah satu dekade ini masuk ke dalam pasar, yakni mata uang crypto atau cryptocurrency. Salah satu contohnya adalah hadirnya Bitcoin (BTC) sebagai mata uang crypto.

Pada saat ini Bitcoin telah menjadi tren sebagai aset untuk melakukan banyak kegiatan trading dan juga investasi layaknya kepemilikan saham perusahaan.

Forex dan crypto keduanya telah menjadi bagian dari kegiatan trading, sehingga anda perlu tahu, apa saja perbedaan mendasar dari trading forex maupun trading cryptocurrency.

Perbedaan forex dan cryptocurrency

Aset Transaksi

Hal mendasar untuk membedakan trading forex dan crypto adalah aset yang ditransaksikan.

Trading pada forex mentransaksikan mata uang suatu negara ke mata uang negara lainnya.

Contohnya adalah transaksi Rupiah Indonesia (IDR) dengan Dollar Amerika Serikat (USD). Pada saat awal transaksi penulisan 1 USD bernilai tukar 14.300-an  IDR. Transaksi sederhananya, jika trader (pelaku trading) membeli 100 USD menggunakan IDR dengan nilai tukar saat ini, dan menukarnya kembali ke IDR di harga 15.000 per USD-nya, maka trader tersebut sudah bisa meraih untung.

Pada trading forex global, terdapat pilihan pasangan perdagangan (pair) antara Euro dan USD yang bisa disimbolkan dengan pair EUR/USD, dan tentunya nilai tukar kedua mata uang inilah yang menjadi fokus para trader dalam meraup keuntungan pada pasar mata uang.

Pada trading crypto, transaksi yang dilakukan berupa aset mata uang crypto yang akan memiliki pair beragam, bisa suatu aset crypto dan crypto lain ataupun crypto dan mata uang suatu negara (fiat).

Pair yang sering dilakukan oleh para trader dan investor adalah Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) yang disimbolkan dengan BTC/ETH.

Pada transaksi aset crypto dengan mata uang sutu negara, misal transaksi nilai tukar antara BTC dan IDR yang skemanya  kurang lebih sama seperti perhitungan transaksi forex.

Sumber Keputusan Transaksi

Forex

Asset kedua transaksi ini yakni forex dan crypto sangat berbeda, tentu data-data ekonomi dan fundamental yang perlu diperhatikan juga akan berbeda. Hal diatas  biasanya digunakan untuk menentukan sumber keputusan transaksi, meskipun ada analisis teknikal (mengandalkan pola-pola pada harga di grafik suatu pair) atau tidak.

Untuk pengambilan keputusan secara fundamental, forex cenderung melihat keadaan suatu negara yang dijadikan pair contoh Euro, dengan kecenderungan melihat pada kondisi di zona Eropa. Apabila melakukan pair EUR/USD, maka trader  harus memperhatikan sentimen data ekonomi yang ada di Amerika Serikat untuk melihat apa yang mempengaruhi minat pasar terhadap USD. Seperti ini melihat ke dua arah secara umum.

Forex pun akan terpengaruh oleh suatu kondisi ekonomi global seperti saat ini pandemi Covid-19 yang mempengaruhi seluruh pair mata uang, terlepas dari banyaknya korban pada negara-negara tersebut. Jika negara berekonomi tinggi mengalami suatu masalah akibatnya mata uang negara lain pun akan terkena imbas dari adanya masalah di sektor mikro dan makro tersebut (seperti ekspor impor, transportasi, wiasata, dan lain sebagainya).

Dalam kasus semacam ini orientasi transaksi pada forex adalah memanfaatkan psikologi pasar dalam jangka pendek dan memanfaatkan kekuatan suatu perekonomian atau data ekonomi suatu negara dalam jangka menengah dan panjang, 

Cryptocurrency

Beda dengan forex pada crypto berita tentang keputusan blockchain lebih berpengaruh terhadap harga. Berita ekonomi yang berkaitan dengan pengurangan suku bunga tidak memiliki dampak yang signifikan pada pasar cryptocurrency.

Berita-berita tentang blockchain atau crypto justru yang akan menggerakan harga pada pasar sebhagai contoh misalnya Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengatakan Tiongkok akan mulai menggunakan teknologi blockchain. Setelah pernyataan itu diungkapkan harga BTC naik hampir Rp 50 juta hanya dalam beberapa minggu.

Mata uang crypto sendiri digunakan lebih sebagai safe haven daripada trading itu sendiri. Meski digunakan sebagai trading pun, lebih banyak orang menggunakan teknik swing atau swing-trading daripada day-trading.

Beragam alas an orang menggunakan cryptocurrency sebagai safe haven, karena menyimpan uang crypto tidak memiliki biaya sedangkan forex memiliki biaya overnight.

Mata uang crypto dipandang pula sebagai aset paling fluktuatif untukmeraup keuntungan besar dengan risiko yang juga besar (melebihi aset tradisional lain seperti obligasi dan saham).

Perbedaan terakhir perdagangan forex hanya berlaku 5 hari dalam seminggu (24/5) sedangkan perdagangan cryptocurrency bisa dilakukan setiap hari (24/7).

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.