Saham Properti Merosot Drastis Setelah Pemerintah Umumkan Rencana Perpanjangan PPKM Darurat

Saham Properti Merosot Drastis Setelah Pemerintah Umumkan Rencana Perpanjangan PPKM Darurat

Iconewsmedia.com – Dikabarkan akhir-akhir ini, saham emiten properti menurun drastis ke jona merah pada sesi 1 perdagangan. Pelemahan harga saham properti terjadi pada saat pemerintah umumkan rencana perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang rencana akan berakhir pada pada 20 Juli 2021 mendatang. Namun sayangnya pemerintah berencana akan memperpanjang PPKM, sehingga berimbas kepada Saham Properti Merosot Drastis Setelah Pemerintah Umumkan Rencana Perpanjangan PPKM Darurat

Padahal, disaat yang hampir bersamaan, pemerintah berencana memperpanjang diskon PPN (Pajak Pertambahan Nilai) untuk sektor properti hingga akhir tahun ini.

Dibawah ini pergerakan saham properti pada sesi I :

  1. Ciputra Development (CTRA), -3,66% ke Rp 920, transaksi Rp 10 M
  2. PP Properti (PPRO), -2,78% ke Rp 70, transaksi Rp 3 M
  3. Bumi Benowo Sukses Sejahtera (BBSS), – 1,96%, ke Rp 50, transaksi Rp 598 juta
  4. Summarecon Agung (SMRA), -1,82%, ke Rp 810, transaksi 5 M
  5. Sentul City (BKSL), -1,82%, ke Rp 54, transaksi Rp 7 M
  6. Pakuon Jati (PWON), -1,36%, ke Rp 434, transaksi 5 M
  7. Timitra Properti (LAND), -1,08%, ke Rp 92, transaksi Rp 69 juta
  8. Jaya Real Property (JRPT), -0,85%, ke Rp 464, transaksi Rp 362 juta
  9. Agung PodomoroLand (APLN), -0,76%, ke Rp 131, transaksi Rp 644 juta
  10. Lippo Karawaci (LPKR), -0,63%, ke Rp 158, transaksi Rp 3 M
  11. Alam Sutera Realty (ASRI), 0,00%, ke Rp 163, transaksi Rp 11 M
  12. Bumi Serpong Damai (BSDE), 0,00%, ke Rp 930, transaksi Rp 4 M
  13. Surya Semesta Internusa (SSIA), 0,00%, ke Rp 440, transaksi Rp 2 M
  14. Intiland Development (DILD), +1,75%, ke Rp 58, transaksi Rp 781 juta
  15. Triniti Dinamik (TRUE), +4,95%, ke Rp 530, transaksi Rp 4 M

Berdasarkan data di atas, terlihat jelas dari 15 saham yang di amati, 10 di antaranya melemah, sementara 3 saham stagnan, dan 2 saham menguat.

Baca Juga :

Saham-saham properti cendrung melemah dalam kurun waktu sebulan terakhir, setidaknya pasca PPKM di berlakukan. Kekhawatiranpun muncul dari berbagai pihak jika perpanjangan PPKM kembali diperpanjang, bisa-bisa banyak perusahaan yang gulung tikar.

Saham CTRA merupakan saham yang paling melorot sampai 3,66% ke Rp 920/saham, setelah sebelumnya menguat 1,06%. Jika dikalkulasikan dalam sepekan saham ini sudah dibabad 5,15 %, sedangkan dalam sebulan tergerus 6,60%.

Di posisi kedua saham yang mengalami penurunan cukup signifikan ialah PPRO yang jatuh ke 2,78% ke Rp 70/saham, dalam hitungan seminggu saham PPRO menurun 5,41%, sementara dalam kurun sebulan anjlok 16,67%.

Seperti yang telah diketahui bahwa, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memperpanjang insentif untuk sektor properti hingga akhir tahun.

Insentif tersebut berupa PPN yang akan ditanggung oleh Negara hingga Desember 2021. Pada awalnya insentif ini diberikan selama 6 bulan yakni dari Maret hingga Agustus 2021. Namun saat ini diperpanjang lagi hingga empat bulan kedepan.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.