Bagaimana Cara Kerja Menambang Koin dan Transaksi Terjadi Pada Blockchain

By | November 16, 2020

Kalian pernah bingung dan bertanya-tanya, bagaimana proses atau cara kerja menambang koin seperti Bitcoin atau koin lainnya kok bisa terjadi? Atau mungkin kalian juga merasa bingung , bagaimana bisa transaksi mata uang kripto bisa di konfirmasi dan di tambahkan kedalam rantai blok? Dulu saya juga bingung mengenai kedua hal ini, maka dari itu saya akan mencoba untuk berbagi penjelasan sesuai dengan model tulisan saya sendiri yang bisa membuat kalian lebih mudah memahami mekanisme menambang Bitcoin dan juga proses transaksi di Blockchain terjadi.

Cara kerja penambangan koin, berawal dari transaksi pengiriman koin dari dompet ke dompet lain.

  • Pertama : Seorang pengguna menandatangani transaksi dari aplikasi dompet yang mereka gunakan dan ingin mengirimkan mata uang kripto atau token dari dompetnya ke wallet orang lain.
  • Kedua : Dompet mengirimkan dan menyiarkan transaksi yang di buat oleh pengguna ke jaringan blockchain dan sekarang menunggu utnuk diproses oleh penambang dijaringan blockchain. Selama transaksi ini belum diambil oleh penambang, maka transaksi ini masih melayang di ā€˜pool of unconfirmed transactionsā€™ . Ini seperti tempat untuk transksi-transaksi yang belum di proses dan menunggu untuk di proses.
  • Ketiga : Penambang di jaringan blockchain memilah dan memilih transaksi pada pool ini, kemudian memasukkannya kedalam blok. Secara mudahnya, blok adalah kumpulan atau koleksi dari beberapa transaksi. Ketika baru di masukkan ke dalam blok, transaksi ini masih berstatus unconfirmed transactions (transaksi yang belum terkonfirmasi). Setiap penambang membuat blok transaksi mereka sendiri dan penambang tersebut bisa memilih transaksi yang sama untuk di masukkan kedalam blok yang merek buat.

Permisalan : untuk di penjelasan ketiga ini, kita asumsikan ada dua orang penambang, yaitu Penambang X dan Penambang Y . Kedua penambang tersebut bisa memilih untuk memasukkan transaksi A ke blok mereka masing masing. Setiap blockchain memiliki aturan berbeda beda mengenai ukuran maksimal sebuah blok. Sebagai contoh pada Blockchain milik Bitcoin yang memiliki ukuran blok maksimal adalah 1 MB data untuk satu blok.

Sebelum Penambang menambahkan sebuah transaksi pada bloknya, mereka akan melakukan pengecekan terlebih dahulu, apakah transaksinya memungkinkan  untuk di eksekusi tergantung pada history blokchain-nya. Jika dompet pengirim memiliki saldo yang cukup menurut catatan history, maka transaksi akan di validasi oleh penambang dengan menambahkan pada blok. Jika pengirim Bitcoin ingin transaksinya lebih cepat terkirim, maka mereka harus menawarkan hadiah mining yang lebih besar, karena penambang akan memprioritaskan bagi mereka yang mengirim BTC dengan reward yang lebih tinggi daripada pengirim lain.

  • Keempat : Setelah memilih transaksi dan menambahkan pada blok, penambang akan membuat sebuah blok yang berisi data transaksi. Untuk menambahkan blok ini pada blockchain, sebuah blok harus memiliki signature atau tanda tangan. Membuat Signature adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan, karena menggunakan rumus matematika yang sangat unik untuk setiap blok yang berisi data transaksi. Setiap blok memiliki tingkat kesulitan matematik yang berbeda beda, jadi setiap penambang akan mengerjakan kesulitan yang berbeda beda terhadap blok yang mereka buat. Sedangkan untuk menyelesaikan permasalahan matematika ini, dibutuhkan sebuah mesin computational power yang besar dan tentu saja akan memakan energi listrik yang besar pula. Kamu bisa melakukan perbandingan dengan cara menghitung menggunakan kalkulator yang digunakan di warung-warung, tetapi karena ini lebih berat, maka digunakanlah komputer dengan spesifikasi yang tinggi terutama pada kartu grafis yang paling baru dengan model terbaik. Ini adalah proses yang dinamakan penambangan atau mining.
  • Kelima : Setelah menemukan tanda tangan yang memenuhi syarat untuk bloknya, penambang akan menyiarkan blok dan tanda tangannya ke semua node penambang lainnya.
  • Keenam : Kemudian penambang lain melakukan verifikasi keabsahan tanda tangan dengan mengambil history atau rangkaian data dari blok yang di siarkan tersebut. Dan juga penambang lain akan melakukan hashing untuk memastikan, apakah keluaran hashnya memang mengarah ke tanda tangan yang disertakan. Proses hashing sangat sulit dipecahkan, tetapi mudah untuk diverifikasi/di pastikan. Jika hasil hashing nya valid, maka penambang lain akan mengkonfirmasi validitasnya dan setuju bahwa blok tersebut dapat ditambahkan ke blockchain dengan kata lain mereka (para penambang) mencapai sebuah consensus alias mereka semua sepakat dan setuju satu sama lain. Dari sinilah definisi Proof Of Work berasal. Tanda tangan adalah bukti pekerjaan yang dilakukan berdasarkan kekuatan komputasi yang dihabiskan. Blok tersebut akan ditambahkan ke blockchain dan didistribusikan ke semua node yang ada di jaringan. Node lain akan menerima blok dan menyimpannya ke data transaksi mereka selama semua transaksi di dalam blok tersebut dapat dieksekusi sesuai dengan  history blockchain. Disini penambang akan mendapatkan hadiah berupa koin yang tidak lain hadiah ini berasal dari fee transaksi pengirim koin.
  • Ketujuh : Setiap satu blok ditambahkan ke blockchain, maka blok lain yang ditambahkan itu dihitung sebagai konfirmasi untuk blok yang tertimpa. Sebagai contoh blok saya termasuk dalam blok 670 dan rantai blok itu memiliki Panjang 685 blok, itu berarti blok saya memiliki 15 konfirmasi (selisih antara 685-670). Semakin tinggi atau semakin dalam blok yang kamu buat tadi tertanam  atau tertimpa blok lain, maka semakin sulit bagi penyerang untuk mengubah data blok kamu.

Setelah blok baru ditambahkan ke blockchain, semua penambang harus mulai lagi dari Langkah ketiga dengan membentuk blok transaksi baru.

Baca Juga : Penjelasan : Bagaimana Cara Blockchain bekerja

Begitulah penjelasan mengenai proses menambang koin pada mata uang kripto dengan algoritma konsesnsus Proof Of Work, apabila kalian merasa terbantu, bisa share artikel ini ke kerabat kalian dan teman teman kalian agar lebih paham mengenai proses menambang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *